Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta
Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan UPN “Veteran” Yogyakarta berdiri pada 27 Mei 1994 dengan ketua pertama yaitu Cahyo Kurniawan. Tujuan dibentuknya HMTA adalah sebagai wadah bagi anggota untuk menyalurkan aspirasinya dan juga untuk mengembangkan minat dan bakat anggota.
HMTA UPN “Veteran” Yogyakarta memiliki tujuh Kelompok Studi Mahasiswa (KSM), yaitu KSM Duta (Dangdut Tambang), KSM Ilmiah, KSM Potret, KSM MEC (Mining English Club), KSM Basket, KSM Futsal, dan KSM Badminton. Melalui kegiatan yang diselenggarakan, diharapkan akan membuahkan lulusan yang unggul dan berkualitas, yang nantinya akan bekerja di beberapa perusahaan tambang, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
HMTA memiliki logo berbentuk segitiga terbalik dengan warna dasar jingga. Masing-masing komponen dari logo ini menyimpan beberapa makna di dalamnya. Makna dari lambang HMTA atau segitiga tambang adalah sebagai berikut:
- Berbentuk segitiga terbalik yang bermakna bertenaga, tangguh, disegani, lebih mengutamakan kejujuran, mendahulukan klimaks dalam meraih prestasi, dan selalu bergerak maju dalam meraih prestasi yang lebih besar.
- Segitiga tambang mempunyai 3 sisi yang sama besar, bermakna dalam kegiatan penambangan terdapat 3 kegiatan utama yaitu pembongkaran, pemuatan, dan pengangkutan.
- Berwarna dasar jingga yang bermakna warna kemenangan dari yang lahir dari tambang UPN “Veteran” Yogyakarta, selain itu warna jingga merupakan warna yang mempunyai gradasi paling terang dalam kegelapan.
- Terdapat siluet orang tambang yang menggunakan Helm Safety yang bermakna sosok profesional tambang dalam dunia kerja dengan garis-garis arsir horizontal yang melambangkan kecepatan dalam mencapai puncak karier dalam paruh waktu (luasan segitiga). Selain ini, Helm Safety melambangkan bahwa orang tambang selalu mengutamakan keselamatan dalam melakukan kegiatan apapun.
- Dalam segitiga tambang terdapat daerah yang terang dan daerah arsir yang bermakna bahwa sistem pertambangan terbagi menjadi 2 yaitu sistem tambang terbuka atau permukaan dan sistem tambang bawah tanah.

